Oleh : YONNI KURNIAWAN, SH dan SUKASMARI, S.Sos

Pernahkah Anda diperlakukan berbeda oleh orang lain karena suatu hal kekurangan baik fisik maupun mental dalm diri Anda? Bagaimana perasaan Anda ketika terasingkan dari dunia sekitar hanya karena masa lalu keluarga Anda yang maaf kurang baik? Atau mungkin yang lebih parah lagi Anda diperlakukan berbeda dari orang lain hanya karena berbeda pendapat atau tidak mengikuti apa yang seseorang kehendaki?
         Ya itu merupakan dari bagian sikap diskriminasi. Pada era globalisasi di mana teknologi sudah semakin maju tak membuat sikap dan akhlak manusia menjadi lebih maju. Segelintir oknum masih membuat garis batas dan topeng yang tebal dalam kehidupannya sehari-hari. Memaksakan kehendak orang lain, asalkan kehendaknya terpenuhi tidak peduli dengan orang lain yang dirugikan atas perilakunya tersebut. Membedakan seseorang berdasarkan ras ataupun warna kulit. Sungguh suatu ketidakadilan yang sangat primitif di tengah arus modernisasi.
         Namun sebelum kita berdiskusi lebih lanjut mengenai diskriminasi, ada baiknya kita tahu apa sih sebenarnya pengertian diskriminasi? Menurut Wikipedia.com diskriminasi merujuk kepada opelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Pasal 1 ayat (3) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, dan keyakinan politik, yang berakibat pengangguran, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan, baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan yang lain.

 

         Apapun makna dari diskriminasi itu,namun tetap saja arti negatif yang terdapat dalam kenyataannya. Tidak seorang manusia di dunia ini yang menginginkan diskriminasi terhadap dirinya. Sekalipun dia itu cacat fisik atau pun mental, namun tetap saja tidak jarang orang-orang memandangnya sebelah mata. Memandang rendah mereka. Selain orang cacat, seseorang dengan kelas ekonomi menengah ke bawah pun tak luput dari diskriminasi contohnya dalam pembatan suatu keputusan ekonomi menengah ke bawah hanya bisa manut menerima keptusan sedangkan ekonomi atas tersenyum atas keputusan yang menuntungkannya itu.
       Contoh lain dari diskriminasi adalah pilih kasih terhadap sesama manusia, mengutamakan keuntungan atas diri sendiri, memberi  kepada orang lain bukan atas dasar prestasi dan kemampuan orang tersebut tapi atas dasar karena orang yang diberi telah melakukan sesuatu yang menguntungkan bagi dia. Hal itu tidak baik dan tidak dibenarkan. Hargai sesuatu atas dasar prestasi bukan urusan komersial!
         Oleh karena diskriminasi sangat merugikan banyak pihak banyak yang telah melawan diskriminasi itu seperi Nelson Mandela yang menolak diskriminasi atas ras kulit hitam. Kita pun selaku generasi muda sudah saharusnya menolak diskriminasi, apaun itu, sekecil apapun juga. TOLAK DISKRIMINASI!